Senin, 27 Februari 2017

Artikel: Profesionalitas Guru Semakin Dituntut



Profesionalitas Guru Semakin Dituntut

Menjadi seorang guru adalah tugas yang sulit-sulit mudah dan tidak semua bisa menjadi guru. Guru memiliki peran yang  cukup besar dalam pembangunan bangsa yakni menyiapkan, mencetak generasi muda untuk terjun dan berkecimpung dalam kehidupan bermasyarakat, memecahkan permasalahan-permasalahan yang muncul di dalam masyarakat serta menghadapi tantangan zaman yang akan terus berkembang, maka semakin majunya zaman tututan guru semakin berat dan profesonalitas guru semakin dituntut baik dalam segi moralitas atau pembangunan moral bagi siswa juga dalam hal prestasi atau akademis.

 Mengapa profesionalitas guru penting? Karena jika kita melihat persaingan dunia saat ini yang semakin ketat yang jika berkecimpung di dalamnya membutuhkan materi-materi yang mumpuni maka keberhasilan akan lebih mudah tercapai. Sebagai syarat masuk ke dalam suasana persaingan global yang semakin memanas maka guru harus memberi bekal yang cukup bahkan lebih untuk siswa sehingga nantinya seorang siswa jika telah lulus telah mempunyai bahan, ataupun bekal untuk terjun di dalamnya. Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus bagi seorang guru dalam proses pendidikan mengingat pentingnya pendidikan dalam pembangunan bangsa.

Salah satu contoh sederhana dari profesionalitas guru adalah  pengorganisasian dalam kegiatan pembelajaran atau penetapan, perancangan sumber daya dan kegiatan dalam proses pembelajaran yang dalam dunia pendidikan sering disebut dengan program pembelajaran. Seorang guru harus mempunyai strategi dalam pembelajaran yang berjalan secara konsisten dan efektif demi meningkatkan kualitas peserta didik. Kegiatan pengorganisasian dimaksudakan agar kegiatan belajar mengajar mencapai tujuan yang diharapkan, serta proses pemberian pelajaran kepada sisiwa lebih mengena dan mudah dipahami sehingga tujuan pendidikan tercapai.

Jika seorang guru tidak mempunyai strategi atau program pembelajaran maka proses belajar mengajar akan tampak absurd, tidak jelas dan tidak mengarah sehingga peserta didik kesulitan dalam menangkap pelajaran yang diberikan oleh sang guru dengan begitu, sedikitnya kegiatan pembelajaran dapat dikatakan gagal sebab program pembelajaran yang dibuat oleh guru sangat penting serta menunjang keberhasilan pendidikan. Ironisnya masih banyak guru yang belum mampu menetapkan strategi pembelajaran ataupun program pembelajaran, ini menjadi hal yang memperihatinkan sekaligus perlu diperhatikan.

Menyinggung tentang masih banyaknya guru yang belum mampu membuat program pembelajaran maka permasalahan ini akan kembali pada cara penyeleksian guru. Cara penyeleksian guru dinilai tidak tepat hingga akibatnya berdampak pada perserta didik yang tidak bisa menikmati pelayanan yang seharusnya diberikan oleh guru. Maka itu kita butuh reorientasi pada fungsi dan peran guru, mendudukan profesi guru sesuai dengan  tempat dan perannya.

Mengingat pentingnya sebuah program pembelajaran atau strategi pembelajaran dalam keberhasilan pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan sudah seharusnya guru membuat program pembelajaran seefektif mungkin. Selain itu guru ataupun calon guru harus berani mengukur kemampuan diri sendiri, pantas atau tidaknya menjadi seorang guru, siap atau tidaknya menjadi seorang guru sebab hanya orang-orang pilihan yang bisa menjadi guru, tidak hanya berbekal ijazah akan tetapi karakter cerdas, kreatif, inovatif, kerja keras serta memiliki akhlak yang baik sebab seorang guru memiliki kontribusi dan tanggung jawab yang cukup besar dalam pembangunan bangsa.

Akhsin Fuadi

PAI III B ( 14115338)

 

Motivasi, Inspirasi Bagi Insan Yang Sedang Dilanda Cinta



Jatuh Cinta Cerdas

Jatuh cintalah sesuka Anda sebelum jatuh cinta itu dilarang. Jatuh cinta adalah pengalaman yang menarik, jatuh cinta adalah hal yang di inginkan setiap manusia dan jatuh cinta pasti pernah dirasakan oleh manusia manapun juga di muka bumi ini.
Seperti yang sering ditayangkan dalam film telenovela ataupun sinetron, seseorang yang sedang di mabuk asmara akan tersenyum-senyum sendiri, akan sering menghabiskan waktunya di depan cermin. Selain itu jatuh cinta membuat hari-hari orang tersebut menjadi lebih bahagia, selalu ingin memandang wajahnya, setiap menjelang ataupun bangun tidur selalu wajahnya yang muncul, selalu namanya yang disebut dalam hati ataupun lisan meskipun dalam lirih dan malu-malu bahkan di aktivitas sehari-hari wajahnya senantiasa terbawa dalam tiap lembar kerja di kantor. Hal itu menandakan bahwa jatuh cinta memang indah, banyak menyita waktu manusia untu berbuat sesuatu yang dapat dikatakan tak lazim atau tak seperti biasanya.
Seseorang yang jatuh cinta tidak akan memandang siapa dia dan seseorang boleh jatuh cinta kepada siapa saja yang dia mau. Entah itu kepada seseorang yang cantik ataupun biasa-biasa saja. Begutlah ketika hati sudah berkata maka semua akan terasa indah, tidak ada celah ataupun kecacatan pada seorang yang membuat diri jatiuh cinta begitula ajaibnya jatuh cinta.
Hal ini sesuai dengan teori hati dan akal yang dikeluarkan oleh Al-Ghazalai bahwa ketika akal naik maka hati turun, dan ketika hati turun akal akan naik. Maka ketika anda berani mengatakan jatuh cinta, ketika itu pula, secara sadar ataupun tidak, kekuatan akal menurun sehingga ketika Anda melihat sosok perempuan yang lebih cantiik darinya bahkan disandingkan dengan sosok yang lebih cantik darinya, hati Anda akan meneguhkan bahwa dia yang paling cantik, dia yang bisa membuat tenang dan dia yang bisa membuat diri Nda bagahia. Akal akan turun? Iya sebab, indra mata melihat lalu diproses kepada akal lalu akal mengatakan bahwa dia adalah perempuan yang lebih cantilk dari dia, akan tetapi hati berkata lain lalu mata mencari sosok dirinya. Jadi kekuatan akal yang turun bukan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan logika, melakukan hal yang di luar batas.
Begitulah jatuh cinta yang sesungguhnya. Maka ketahuilah bahwa jatuh cinta bukan sekedar  mata memandang lalu jatuh cinta sebab itu bisa saja hanya perasaan kagum atas anugerah Tuhan. Jadi kenalilah diri Anda ketika mengatakan anda sedang jatuh cinta. Benakah itu cinta?
Namun jika Anda jatuh cinta, mulailah jatuh cinta dengan cerdas. Jatuh cinta yang cerdas adalah jatuh cinta yang memberi makna pada hidup Anda, menginspirasi atau memotivasi diri untuk hidup lebih baik. Maka ketika Anda jatuh cinta, tegaskan pada diri Anda bahwa bahwa diri Anda sedang jatuh cinta, Anda  yang paling pantas untuk dirinya, lalu mulai mencari kepantasan diri dengan segala hal yang membuat Anda pantas dengan dirinya.
Jika Anda jatuh cinta pada rekan kerja jadikan itu sebagai motivasi kerja untuk lebih giat, naik jabatan, sukses dan menjadi manusia yang paling bisa membahagiakan dirinya, bahwa diri Anda yang akan membangun rumah kebahagiaan bersama dirinya, Anda yang senantiasa mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga dia merasa bahagia senantiasa hidup bersama Anda. Lalu Anda bekerja keras untuk bisa mewujudkan semua itu.
Jika anda masih duduk di bangku kuliah jadikan sebauh cambuk untuk belajar lebih giat menjadi yang terbaik untuk dirinya, raihlah nilai kumulat, hal ini juga menambah poin di mata seseorang yang dicinta. Jika Anda belum dapat pekerjaan, maka Anda akan lebih semangat mencari pekerjaan untuk membangun kebahagiaan bersama dirinya. Jikalau dia bukan jodoh Anda maka Anda sudah mendapatkan buah manis dari jatuh cinta, sehingga tidak ada jatuh cinta yang sia-sia dalam hidup Anda.
Demikianlah inspirasi jatuh cinta. Maka jangan pernah takut jatuh cinta sebab jatuh cinta itu indah dan menyenangkan. Akan tetapi jatuh cintalah dengan cerdas agar jatuh cinta itu lebih bermakna.

Artikel Sepak Bola dan Nasionalisme



Sepak Bola Pemumpuk Naionalisme dan Solidaritas
Akhsin Fuadi

Beberapa hari ini tepatnya sejak pada piala AFF (Asosiation Footbal Federation) masyarakat Indonesia kembali dihidangkan tayangan yang dapat memupul rasa nasionalisme dan solidaritas masyarakt.
Vacum-nya Indonesia dari kancahh persepakbolaan internasional khususnya Asia yang dikarenakan sanksi yang diberikan oleh Federation International Football Assosiation (FIFA) terhadap Induk persepakbolaan tanah air PSSI terkait kisruh yang terjadi antara PSSI dengan Kemenpora mengakibatkan Tim sepak bola Indonesia di istirahatkan dari ajang kompetisi Internasional.
Bila kita kembali ke beberapa tahun ke belakang seiring dengan berjalannya sanksi FIFA terhadap PSSI, ketegangan muncul dalam diri masyarakat Indonesia. Pertelevisian lebih hanya menyiarkan isu-isu politik, yang dikatakan berita berat dan tidak semua kalangan dapat menerima, kasus sejumlah artis seperti perceraian, perselingkuhan yang minim akan nilai-nilai pendidikan. Selain itu tayangan pertelevisian masyarakat di dominasi oleh sinteron dan telenovela dan berbagi tayangan lain yang menurut penulis sendiri kurang mendidik dan sedikit sangat minim akan nilai-nilai pendidikan mengingat penetrasi atau penyajian tayangan tidak hanya untuk orang dewasa akan tetapi juga menjadi tontonan untuk anak-anak. Sehingga dapat dikatakan bahwa satu tayangan harus mampu dan layak serta menarik untuk ditonton oleh berbagai kalangan dan usia secara bersamaan tanpa harus mengurangi nilai-nilai kebaikan dan di dalamnya.
Akan tetapi setelah dicabutnya sanksi FIFA terhadap PSSI pada akhir bulan Mei kemarin, pertelevisian mulai ramai, persepakbolaan Indoensia kembali ramai termasuknya adalah Piala AFF yang kini menjadi puast perhatian masyarakat Indonesia. Bila kita telaah sedikit lebih dalam moment AFF dapat dijadikan moment yang cukup berharga untuk mensuntikan nilai-nilai nasionalismne dan solidaritas masyarakat Indonesia mengingat akhir-akhir ini ini terdapat sejumlah kasus terkait nasionalisme. Seperti kasus pada yang terjadi di bulan Agustus menjelang upacara kemerdekaan yaitu Gloria, Paskibra yang tidak diizinkan dalam pengibaran bendera  dikarenakan memiliki kewarganegaraan ganda. Dan kasus Menteri ESDM Arcandra Tahar yang mengakibatkan menteri ESDM dari Kabinet Kerja diberhentikan oleh presiden Jokowi dengan alasan yang sama yaitu berkewarganegaraan ganda. Kedua kasus ini dikatakan menyinggung soal nasionalisme.
Nasionalisme memang bukan permasalaha kecil mengingat pentingnya nasionalisme serta solidaritas masyarakat adalah salah satu bekal dalam upaya pembangunan bangsa. Nasionalisme harus tetap ada dan dijaga secara konsisten serta turun menurun dan dijadikan sebuah warisan budaya yang baik bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, nasionalisme yang merupakan salah satu bentuk partisispasi masyarakat terhadap bangsanya harus diupayakan sedemikian mungkin agar tetap mendarah daging dalam diri masyarakat.
Lalu bagimana jalan untuk menumbuhkan nasionalisme? Tentunya banyak jalan dan cara yang bisa dilakukan untuk membangkitkan nasionalisme tanpa harus mengajak masyarakat untuk berperang seperti jaman penjajah. Sepertinya nasionalisme tumbuh tidak hanya melalui pelajaran kewarganegaraan saja atau melalui pembiasaan upacara bendera yang tidak semua bisa khidmat dan buang sampah pada tempatnya yang tidak semua masyarakat sadar, akan tetapi nasioanalisme juga bisa tumbuh dalam sorak kegembiraan yakni melalui persepakbolaan. Persepakbolaan harus dinilai sebagai wujud nasionalisme yang tidak kurang berarti, relevan serta berberkontribusi dalam pembentukan nilai-nilai nasionalisme.
Lalu muncul pertanyaan bagimana sepak bola mampu memupuk serta memberi ruang bagi nasionalisme?.
Pertama- Indonesia terdiri atas ratusan pulau yang tiap daerah memiliki budya, bahasa yang berbeda dan dirangkul dalam kebhinekatunggakikaan. Selain itu Indonesia mengakui adanya pluralisme agama, sebagaimana terkandung dalam butir Pancasila Sila Ke-1. Semua itu menjadi asset dan juga tantangan bagi Indoneisa. Dikatakan aset, Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki beranekaragam, kekayaan budaya dan bahasa namun mampu di satukan dalam satu tujuan. Dan tantangannya adalah perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan masyarakat dengan konsep dan pemikiran berbeda-beda yang dipengaruhi oleh adat dan budaya masing-masing sekaligus budaya lain yang masuk akibat dari proses globalisasi itu tidak mudah diseragamkan.
Kedua- Dengan mengadopsi model pembelajaran happy leraning yang pada intinya adalah model pembelajaran yang menyenangkan, sepak bola dapat dijadikan media pembeajaran dalam pembangkitan dan penanaman nilai nasionalisme dalam diri masyarakat, sebab di dalam sepak bola terdapat unsur kebahagiaan, kesenangan, tanpa keterpaksaan, sehingga akan dengan mudah muncul seiring dengan rasa kebanggaanya.
Disinilah sepak bola akan masuk memberi ruang atau wadah bagi setiap perbedaan, baik perbedaan bahasa ras, suku, adat, agama dan pendapat untuk bisa diseragamkan dalam nasionalisme serta memberi pelajaran dalam masyarakat.
Kita lihat pertandingan terakhir antara Indonesia melawan Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor pada Sabtu malam. Sangat jelas bahwa dibangku penonton tidak ada keinginan untuk membeda-bedakan, semua gembira mendukung Timnas Indonesia, semua berambisi mendukung Timnas Indonesia memenangkan pertandingan sebab mereka akan bangga dan bahagia jika Timnas Indonesia mendapat kemenangan. Sebaliknya, jika mendapat hasil yang tidak diinginkan maka akan ada kekecewaan masyarakat Indonesia. Dari fenomena tersebut sangat jelas bahwa rasa kepedulian masyarakat, nasionalisme, bangga terhadap bangsanya sendiri, rasa cinta tanah air muncul sebab tidak mau Indonesia kalah dengan negara lain. Tindakan semacam inilah yang  seungguhnya perlahan mampu memupuk nasionalisme masyarakat Indonesia.
Ekspresi kebahagiaan penonton baik televisi ataupun yang datang langsung ke stadion adalah wujud nasionalisme yang harus terus di pupuk dengan ajang kompetisi keolahragaan baik di cabang sepak bola ataupun cabang-cabang lain. Dengan terus memberikan suntikan dan tayangan sperti diatas secara terus-menerus maka akan semakin bertambah pula rasa nasionalisme dalam diri masyarakat, sehingga akan muncul rasa kasih sayang, cinta, serta ingin menjaga tanah air serta rela berkorban untuk tanah air.
Langkah Berkelanjutan
Nasionalisme tidak akan tumbuh begitu saja tanpa ada perantara yang menjadi jalan untuk menumbuhkan. Maka untuk selalu bisa memberikan dan menyuntikan nilai-nilai nasionalisme dalam diri masyarakat, perlu adanya pemumpukan nilai nasionalisme secara berkelanjutan, atau konsisten. Cara itu bisa di capai dengan cara sebagai berikut.
Pertama- peran pemerintah tidak pernah lepas dari upaya pemupukan nasionalisme dalam diri masyarakat, dengan kata lain pemerintah harus mampu memfasilitasi berbagai bentuk upaya yang mampu mengembangkan nilai nasionalisme. hal itu sudah dilakukan dengan hadirnya Presiden Jokowi bersama wakil presiden Jusuf Kalla dan juga ketua DPR Setya Novanto. Langkah ini dapat dikatakan langkah yang apik yang dilakukan oleh presiden untuk memberikan dukungan moril terhadap Timnas Indonesia. Akan tetapi dukungan moril dan apresiasif itu belum cukup. Maka harus ada dukungan secara materi. Dukungan materi dapat dilakukan dengan cara memberi beasiswa kepada anak bangsa yang berprestasi dalam bidang keolahragaan untuk mengembangkan potensi di luar negeri atau sekolah khusus keolahragaan dalam negeri. Beasiswa tidak hanya diberikan untuk siswa yang berprestasi dalam bidang akademik akan tetapi olahraga perlu adanya upaya pemberian bantuan pelatihan mengingat segala bidang mampu menjadi bahan pembangunan bangsa.
Kedua, pertelevisian Indonesia harus mengurangi tayangan-tayangan yang kurang mendidik seperti yang disebutkan diatas dan mulai menambah tayangan-tayangan yang mampu membangkitkan jiwa nasionalisme dalam diri masyarakat seperti sepak bola, bulu tangkis serta tayangan lain yang mampu membangkitkan nasionalisme.
Ketiga, semua pihak terkait dengan nasionalisme seperti pemerintah, masyarakat, supporter bola  harus  bekerjasama, menjaga kredibilitas dan sikap. Hal ini dilakukan menghindari terulangnya kembali vonis FIFA terhadap PSSI yang kala itu membuat Indonesia absen dari kancah kompetisi dan ajang-ajang bergengsi lainnya.
Hal tersebut mampu membangkitkan nasionalisme. Apalagi pada tahun 2018 nanti Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah SEA GAMES, langkah-langkah diatas harus dilakukan dan dapat dijadikan bekal demi tercapainya pembangunan bangsa yang berkualitas dan berkelanjutan.