AVDnews
Berita seputar politik, pendidikan, budaya dan sosial serta hiburan, gaya hidup, kesehatan, musik, dan informasi mengenai kehidupan sehari-sehari dari seluruh penjuru dunia disajikan dalam blog ini. Selamat Menikmati
Jumat, 26 Maret 2021
Jumat, 24 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Jumat, 19 April 2019
Senin, 25 Maret 2019
Rabu, 20 Maret 2019
Senin, 18 Maret 2019
Minggu, 17 Maret 2019
Kamis, 14 Maret 2019
Jumat, 08 Maret 2019
Rabu, 06 Maret 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Senin, 25 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Sabtu, 23 Februari 2019
Jumat, 22 Februari 2019
Kamis, 21 Februari 2019
Melihat Perbedaan Reaksi Anak Kecil Saat di Gendong Jokowi dan Prabowo
Anak kecil memiliki naluri yang sangat kuat serta memiliki batin yang sangat kuat karena masih polos atau bersih. Mata batin yang sangat kuat juga bisa membuat anak kecil sangat peka dengan makhluk-makhluk ghaib. Mereka bisa merasakan kedatangan makhluk halus ataupun malaikat.
Di beberapa daerah di Jawa bahkan mempercayai kalo anak sering menangis ditengah malam bisa dikatakan bahwa anak tersebut sedang diganggung makhluk halus. Bahkan di salah satu daerah ada yang mempercayai bahwa selain makhluk halus, jika anak kecil sering nangis maka dapat dipastikan ayahnya sedang berbuat nakal di luar sana.
Demikian sedang viral video perbedaan reaksi anak saat digendong Jokowi dan Prabowo. Karena kemurnian seorang anak maka neitizen mengartikan bermacam-macam.
Apa sebenarnya perbedaan reaksi anak tersebut?
Lihat selengkapnya:
this HTML class. Value is https://youtu.be/Wru
Di beberapa daerah di Jawa bahkan mempercayai kalo anak sering menangis ditengah malam bisa dikatakan bahwa anak tersebut sedang diganggung makhluk halus. Bahkan di salah satu daerah ada yang mempercayai bahwa selain makhluk halus, jika anak kecil sering nangis maka dapat dipastikan ayahnya sedang berbuat nakal di luar sana.
Demikian sedang viral video perbedaan reaksi anak saat digendong Jokowi dan Prabowo. Karena kemurnian seorang anak maka neitizen mengartikan bermacam-macam.
Apa sebenarnya perbedaan reaksi anak tersebut?
Lihat selengkapnya:
this HTML class. Value is https://youtu.be/Wru
Rabu, 20 Februari 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Senin, 11 Februari 2019
Sabtu, 09 Februari 2019
Jumat, 08 Februari 2019
Kamis, 07 Februari 2019
Rabu, 06 Februari 2019
Selasa, 05 Februari 2019
Senin, 04 Februari 2019
Sabtu, 02 Februari 2019
Jumat, 01 Februari 2019
Kamis, 31 Januari 2019
Rabu, 30 Januari 2019
Debat Pilpres: Jadi Presiden itu berar,kamu tidak akan sanggup, biar aku saja
"Jadi presiden itu berat, kamu tidak akan sanggup, biar akau saja. Percayakan kepadaku"
"Iya kamu benar, jadi presiden memang berat. Yasudah saya percayakan ke kamu"
"Nah begitu, nanti visi dan misi, program yang kalian rancang akan kami tinjau dan kami terapkan, boleh kan?"
"Boleh, boleh sekali, yang penting rakyat sejahtera aman, nyaman dan tentram hidup di negara ini"
Selasa, 29 Januari 2019
Kopi Pagi: Ini motivasi yang harus kite seruput biar melek sepanjang hari
Kopi Pagi: kopi pagi ini adalah tentang kebahagiaan, cita-cita, harapan yang belum tercapai. Jangan sedih, Tuhan telah memyiapkan segalanya. Hanya menunggu waktu yang tepat. Kalau dia datang bukan diwaktu yang tepat maka kebahagian yang semua berbentuk kebahagiaan bukan lagi menjadi kebahagiaa."Percayalah" semua akan datang kepada kita. Maka mulai sekarang pantaskanlah diri kita.
Kamis, 17 Januari 2019
Selasa, 01 Januari 2019
Senin, 31 Desember 2018
Senin, 24 April 2017
Etos Kerja
Memasuki era globalisasi yang semakin menguat, dimana persaingan dunia semkin mengetat sudah menjadi keseharusan bagi bangsa-bangsa di dunia untul memiliki etos kerja yang tinggi guna menunjanh pembangunan bangsa yang berkelanjutan.
Memasuki era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan menjadi hal yang tidak mungkin jika ada salah satu bangsa yang tidak bisa bergerak karena pengaruh dominasi bangsa yang sedang memegang kekuasaan industri dan informasi. Penguasaan sumber teknologi dan informasi menjadi sangat urgen bagi setiap individu dalam masyarakat.
Demi menunjang pembangunan yang berkelanjutan, maka sebuah negara membutuhkan beka (sumber daya) yang memadai baik sumber daya manusi (SDM) maupun sumber daya energi dan modal.
Lebih jauh lagi, unsur kerjasama antara pemerintahan dengan pelaku usaha menengah di wilayah tersebut sangat berpengaruh untuk menumbuhkan angka perekonomian. Dengan meningkatnya angka perekonomian maka menurunlah tingkat kesenjangan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat. Hal ini menjadi sangat penting bagi setiap negara khususnya negara yang sedang merintis sebuah pembangunan.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, sudah barang tentu bangsa yang ingin manuembutuhkan etos kerja yang tinggi dalam seluruh element yang terkait dalam pembangunan. Baik masyarakat agrarian, industrial atau pelaku usaha, dan juga pemerintah itu sendiri.
Etos Kerja bagi pemerintah
Pemerintah tentu berperan penting dalam pebangunan langkahnya tidak dapat dipungkiri cukup signifikan di dalamnya terkait program-program yang dikeluarkan untuk mengurangi angka kemiskinan. Tugas pemerintah atau etos kerja yang harus diperlukan.
Memasuki era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan menjadi hal yang tidak mungkin jika ada salah satu bangsa yang tidak bisa bergerak karena pengaruh dominasi bangsa yang sedang memegang kekuasaan industri dan informasi. Penguasaan sumber teknologi dan informasi menjadi sangat urgen bagi setiap individu dalam masyarakat.
Demi menunjang pembangunan yang berkelanjutan, maka sebuah negara membutuhkan beka (sumber daya) yang memadai baik sumber daya manusi (SDM) maupun sumber daya energi dan modal.
Lebih jauh lagi, unsur kerjasama antara pemerintahan dengan pelaku usaha menengah di wilayah tersebut sangat berpengaruh untuk menumbuhkan angka perekonomian. Dengan meningkatnya angka perekonomian maka menurunlah tingkat kesenjangan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat. Hal ini menjadi sangat penting bagi setiap negara khususnya negara yang sedang merintis sebuah pembangunan.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, sudah barang tentu bangsa yang ingin manuembutuhkan etos kerja yang tinggi dalam seluruh element yang terkait dalam pembangunan. Baik masyarakat agrarian, industrial atau pelaku usaha, dan juga pemerintah itu sendiri.
Etos Kerja bagi pemerintah
Pemerintah tentu berperan penting dalam pebangunan langkahnya tidak dapat dipungkiri cukup signifikan di dalamnya terkait program-program yang dikeluarkan untuk mengurangi angka kemiskinan. Tugas pemerintah atau etos kerja yang harus diperlukan.
posted from Bloggeroid
Jumat, 14 April 2017
Senin, 03 April 2017
Puisi Cinta
Akhirnya kutemukan jua apa yang aku cari selama ini
Yang tidak pernah ku dapati dari setiap wanita yang menghampiri mata
Akhirnya terungkaplah sudah apa yang menjadi rahasia Tuhan
Setelah kau berjalan dengan pesona
Sebagai takdir Tuhan untuk mencukupi kesempurnaan.
Yang tidak pernah ku dapati dari setiap wanita yang menghampiri mata
Akhirnya terungkaplah sudah apa yang menjadi rahasia Tuhan
Setelah kau berjalan dengan pesona
Sebagai takdir Tuhan untuk mencukupi kesempurnaan.
Senin, 27 Maret 2017
Kamis, 23 Maret 2017
Rabu, 22 Maret 2017
Sabtu, 18 Maret 2017
Puisi- Mahkota Hati
Mahkota Hati
Bunga di taman tangkislah semua kumbang
Aku mengharapkan cintamu buka dari siapapun
Bunga di taman yang cantik di pandang
Aku berjuang untuk membahagiakamu
Bunga di pelukan jangan menolaku
Aku cinta kamu lebih dari diriku
Bunga di taman jangan patahkan aku
Akau mengharapmu lebih dari hidupku
Buka di taman tangguhkan tangkaimu
Ku akan pinang dirimu sebelum layu
Bungan di taman tangguhkan wangimu
Ku kan cium sebelum kau layu
pranata acara dalam bahasa jawa
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahilladzi akhallannikah wa kharramashshifah,
Washsholatu Wassalamu ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washohbihi
ajma’in, amma Ba’du.
Engkang tuhu kinabekten poro sepuh lan pinisepuh. Dhumateng
poro alim ulama’ khususipun Simbah Kyai Haji Tolchah ingkang tansah kulo
ta’dzimi. Penganten sarimbit soho pengombyong saking dusun Dompelan ingkang
kawulo hormati. Sedoyo tamu undangan, poro pilenggah ingkang kawulo hormati.
Langkung rumiyin kito tansah muji syukur dhumateng Alloh SWT
ingkang sampun maringi mapinten-pinten kenikmatan sehinggo wonten siang meniko
kito waget makempal wonten acara walimatul ‘urusy ingkang mugi-mugi ndadosaken
berkah dumateng kito sedoyo umumipun lan berkah dumateng penganten kekaleh
khususipun.
Sholawat lan salam kito aturaken dhumateng Nabi Muhammad SAW
ingkang kito tenggo-tenggo Syafa’atipun wonten yaumul qiyamah mbenjang.
Hadirin ingkang kawulo hormati,Kawulo wonten mriki bade
ndereakaen runtuting adicoro ingkang sampun karancang, inggih meniko;
Titilaksono ingkang sepisan, Pambuko
kalajengaken engkang urut kalih, waosan ayat suci al-Qur’an
Wondene adicoro ingkang ongko, tigo atur pambagyoharjo
Adicoro urut ongko sekawan, atur pasrah penganten putri
Wondene adicoro ongko gangsal, atur penampining pinanganten
putri
Adicoro ingkang ongko enem, sabdo tomo soho do’aipun
Adicoro ingkang urut pitu, penutup
Pramilo ngengeti wekdal ingkang sakwetawis sonten, monggo
kito bikak sareng-sareng kanti waosan Ummul Kitab.Liridho’illa Wa lissyafa’ati
Rasulillah, Alfatihah…
Maturnuwun atas waosan Al-Fatihah, mugi-mugi dados
lancaripun acara siang meniko.
Acoro ingkang ongkong kalih inggih meniko waosan ayat suci
al-Qur’a, ingkang bade kaastho dening Bapak Koderi. Dumateng panjenenganipun
kawulo aturaken.
……………………………………
Shodaqollahul ‘adzim, mugi-mugi waosan ayat suci al-Qur’an
dados berkah dhumateng pewaos lan lumeber dhumateng kito sedoyo.
Adicoro ingkang urut ongko tigo atur pambagyoharjo ingkang
badhe kaastho dening bopo kyai mahmud, dhumateng Bopo Kyai Mahmud kawulo
sumanggaaken,
………………………………….
Mekaten, kawulo aturaken matursuwun.
Menggah adicoro ingkang ongko sekawan, atur pasrah penganten
putri. Dhumateng ingkang mewakili kawulo aturaken.
………………
Dhumateng panjenenganipun kawulo aturaken matursuwun.
Adicoro selajengipun atur penampining penganten putri
ingkang badhe kaastho panjenenganipun bapak kepalasa desa Ngadirejo. Dumateng
panjenenganipun kawulo aturaken.
………………
Matursuwun kawulo aturaken.
Adicoro selajengipun skors, dhumateng rencang-rencang juru
ladi kawulo sumanggaaken.
………………
Ngancik adicoro ingkang urut ongko enem, sabdo tomo ingkang
badhe dipun astho Simbah Kyai Haji Tolchah.
Dhumateng Simbah Kyai Haji Tolchah kawulo sumanggaaken soho
dipun suwun do’aipun.
……………….
Mekaten atur pangendikan saking simbah Kyai Haji Tolchah,
kawulo aturaken matursuwun.
Ngancik adicoro ingkang terakhir penutup. Hananging
sakderengipun kito tutup, dhumateng pinanganten sarimbit kawulo suwun jengkar
saking panggenan tinuju pintu keluar, sakperlu maringi kasempatan dhumateng
poro tamu ingkang badhe jawat astho ugi nyuwun tambahing do’a restu.
Mekaten runtuting adicoro ingkang sampun kalampah,monggo
sareng-sareng kito tutup pahargyan wonten siang meniko kanthi waosan tahmid,
kawulo dereaken Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Saking kawulo anggenipun ndereaken acoro, mbok bilih kawulo
anggenipun matur kathah sasar susur ingkang mboten mranani wonten penggaleh
panjenengan sedoyo, kawulo nyuwun agunging samudro pangaksami.
Cekap semanten, kawulo akhiri,
Wassalamualaikum Wr Wb
Assalamu alikum Wr. Wb.
Hadlrotal Mukarrom Poro Alim Ulama’ poro Kyai ingkang satuhu
dahat kinurmatan.
Poro sesepuh, pinisepuh, sanak lan kadang ingtkang sinubo
ing pakurmatan.
Poro pilenggah kakung sumawono putri, sumrambahipun poro
duto saroyo pangombyong temanten.......ingkang tansah suko basuki.
Agunging raos syukur dumateng ngarso dalem Allah SWT. Ingkan
sampun paring lumebering hidayah, soho kanikmatan dumateng kito lan panjenengan
sami, sumonggo kito ikroraken kanti waosan tahmid: Alhamdulillahirabbil
“alamin.
Shalawat ugi salam mugio tansah kaaturaken dumateng
junjungan kito Nabi Agung Muhammad SAW.ingkan saestu kito nyadong lumunturing
syafa’at benjang wonten pakewuh ipun dinten qiyamat.
Poro rawuh ingkang pinundi, mboten ateges cumantoko kawulo
jumeneng wonten ngarso panjenengan sami anamung piniji minongko pambiworo
lampahing adicoro pasamuhan walimatul urs ipun Raden Bagus ... bin ... kalian
Raden ajeng Roro ... binti ...
Nuninggih poro pilenggah, runtuting adicoro ingkang sampun
karonce dening keluargo:
Adicoro Pambuka
waosan pustoko suci al Qur’an
Atur pambagyo pinongko atur pasrah pinampi
Istirahat
wedar Sabdo/ mauidhoh hasanah
Doa-Penutup
Keparengo panoto adicoro ndereaken lekasing pawiwahan puniko
kanti pambuko surotul fatihah, Liridloillah--------
Mekaten adicoro sampun binuko mugio lampahing adicoro awit
purno dalah wusono pinaringan rahayu tebih ing sambikolo.
Kalajengaken adicoro ingkang dumawah ongko kalih,
lumantuning waosan ayat-ayat suci al-Qur’an ingkang bade kaseliraaken dening
.... wekdal soho panggenan kaaturaken.
(pembacaan ayat al Quran)
Kanti ayat-ayat ingkang sampun kawahos mugi-mugi dadosno
manfaat kususipun dumateng ingkang maos,ugi dumateng temanten kekalih,
sumrambahipun dumateng kulo lan panjenengan sami.
Ndungkap adicoro ingkang ongko tigo nuninggih atur pambagyo
pinongko pasrah temanten ... ,dumateng duto saroro pangombyong ingkang sampun
kajibah kasumanggaaken.
Dumateng panjenengan ipoun kaaturaken agunging panuwun
(Pasrah Manten)
Poro pilenggah kakung sumawono putri, sak lajeng ipun
penampi atur pasrah ngiras-ngirus atur pambagyo ingkang amengku gati -Shohibul
Bait-, awit saking bombong miwah mongkok ipun manah panjengan ipun Bapak ....
bade matur, amung kandek wonten sak lebetipun penggalih. Ingkang puniko sesulih
saliro dumateng panjengan ipun Bapak.....kaaturaken.
(shohibul Bait)
Paripurnaning pasrah penampining putro tmanten dumugi
saatipun adicoro ingkang kaping selkawan inggih puniko istirahat. Pinongko
corongipun shohibul bait poro rawuh kaaturaken sekeco anggenipun lenggah
sinambi poro kadang punggowo ngatiri pasugatanlan amung ngaturakensugeng
angerahapi kanti sekeco lan saestu.
Poro rawuh ingkang tansah minulyomboten ateges kawulo
nggempil kamardikan panjenengan kanti tatas tetes lan titis wekdal istirahat
kacepak semanten. Candak adicoro selajengipun inggih puniko Mau’idhoh hasanah
soho doanipun.Ananging sak derengipun Maidhoh soho doanipun kawedar kawulo
minangkani pambiworo adicoro anggenipun andereakenlampoahing roncening adicoro wiwit
awl dumugi akhir katah kekirangan boso tuwin subositi kawulo namung tumadah
lumebering sih samudra pangaksami.Akhirul kalam Wassaalamu alaikum Wr. Wb.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahilladzi akhallannikah wa kharramashshifah,
Washsholatu Wassalamu ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washohbihi
ajma’in, amma Ba’du.
Engkang tuhu kinabekten poro sepuh lan pinisepuh. Dhumateng
poro alim ulama’ khususipun Simbah Kyai Haji Tolchah ingkang tansah kulo
ta’dzimi. Penganten sarimbit soho pengombyong saking dusun Dompelan ingkang
kawulo hormati. Sedoyo tamu undangan, poro pilenggah ingkang kawulo hormati.
Langkung rumiyin kito tansah muji syukur dhumateng Alloh SWT
ingkang sampun maringi mapinten-pinten kenikmatan sehinggo wonten siang meniko
kito waget makempal wonten acara walimatul ‘urusy ingkang mugi-mugi ndadosaken
berkah dumateng kito sedoyo umumipun lan berkah dumateng penganten kekaleh
khususipun.
Sholawat lan salam kito aturaken dhumateng Nabi Muhammad SAW
ingkang kito tenggo-tenggo Syafa’atipun wonten yaumul qiyamah mbenjang.
Hadirin ingkang kawulo hormati,Kawulo wonten mriki bade
ndereakaen runtuting adicoro ingkang sampun karancang, inggih meniko;
Titilaksono ingkang sepisan, Pambuko
kalajengaken engkang urut kalih, waosan ayat suci al-Qur’an
Wondene adicoro ingkang ongko, tigo atur pambagyoharjo
Adicoro urut ongko sekawan, atur pasrah penganten putri
Wondene adicoro ongko gangsal, atur penampining pinanganten
putri
Adicoro ingkang ongko enem, sabdo tomo soho do’aipun
Adicoro ingkang urut pitu, penutup
Pramilo ngengeti wekdal ingkang sakwetawis sonten, monggo
kito bikak sareng-sareng kanti waosan Ummul Kitab.Liridho’illa Wa lissyafa’ati
Rasulillah, Alfatihah…
Maturnuwun atas waosan Al-Fatihah, mugi-mugi dados
lancaripun acara siang meniko.
Acoro ingkang ongkong kalih inggih meniko waosan ayat suci
al-Qur’a, ingkang bade kaastho dening Bapak Koderi. Dumateng panjenenganipun
kawulo aturaken.
……………………………………
Shodaqollahul ‘adzim, mugi-mugi waosan ayat suci al-Qur’an
dados berkah dhumateng pewaos lan lumeber dhumateng kito sedoyo.
Adicoro ingkang urut ongko tigo atur pambagyoharjo ingkang
badhe kaastho dening bopo kyai mahmud, dhumateng Bopo Kyai Mahmud kawulo
sumanggaaken,
………………………………….
Mekaten, kawulo aturaken matursuwun.
Menggah adicoro ingkang ongko sekawan, atur pasrah penganten
putri. Dhumateng ingkang mewakili kawulo aturaken.
………………
Dhumateng panjenenganipun kawulo aturaken matursuwun.
Adicoro selajengipun atur penampining penganten putri
ingkang badhe kaastho panjenenganipun bapak kepalasa desa Ngadirejo. Dumateng
panjenenganipun kawulo aturaken.
………………
Matursuwun kawulo aturaken.
Adicoro selajengipun skors, dhumateng rencang-rencang juru
ladi kawulo sumanggaaken.
………………
Ngancik adicoro ingkang urut ongko enem, sabdo tomo ingkang
badhe dipun astho Simbah Kyai Haji Tolchah.
Dhumateng Simbah Kyai Haji Tolchah kawulo sumanggaaken soho
dipun suwun do’aipun.
……………….
Mekaten atur pangendikan saking simbah Kyai Haji Tolchah,
kawulo aturaken matursuwun.
Ngancik adicoro ingkang terakhir penutup. Hananging
sakderengipun kito tutup, dhumateng pinanganten sarimbit kawulo suwun jengkar
saking panggenan tinuju pintu keluar, sakperlu maringi kasempatan dhumateng
poro tamu ingkang badhe jawat astho ugi nyuwun tambahing do’a restu.
Mekaten runtuting adicoro ingkang sampun kalampah,monggo
sareng-sareng kito tutup pahargyan wonten siang meniko kanthi waosan tahmid,
kawulo dereaken Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Saking kawulo anggenipun ndereaken acoro, mbok bilih kawulo
anggenipun matur kathah sasar susur ingkang mboten mranani wonten penggaleh
panjenengan sedoyo, kawulo nyuwun agunging samudro pangaksami.
Cekap semanten, kawulo akhiri,
Wassalamualaikum Wr Wb
Assalamu alikum Wr. Wb.
Hadlrotal Mukarrom Poro Alim Ulama’ poro Kyai ingkang satuhu
dahat kinurmatan.
Poro sesepuh, pinisepuh, sanak lan kadang ingtkang sinubo
ing pakurmatan.
Poro pilenggah kakung sumawono putri, sumrambahipun poro
duto saroyo pangombyong temanten.......ingkang tansah suko basuki.
Agunging raos syukur dumateng ngarso dalem Allah SWT. Ingkan
sampun paring lumebering hidayah, soho kanikmatan dumateng kito lan panjenengan
sami, sumonggo kito ikroraken kanti waosan tahmid: Alhamdulillahirabbil
“alamin.
Shalawat ugi salam mugio tansah kaaturaken dumateng
junjungan kito Nabi Agung Muhammad SAW.ingkan saestu kito nyadong lumunturing
syafa’at benjang wonten pakewuh ipun dinten qiyamat.
Poro rawuh ingkang pinundi, mboten ateges cumantoko kawulo
jumeneng wonten ngarso panjenengan sami anamung piniji minongko pambiworo
lampahing adicoro pasamuhan walimatul urs ipun Raden Bagus ... bin ... kalian
Raden ajeng Roro ... binti ...
Nuninggih poro pilenggah, runtuting adicoro ingkang sampun
karonce dening keluargo:
Adicoro Pambuka
waosan pustoko suci al Qur’an
Atur pambagyo pinongko atur pasrah pinampi
Istirahat
wedar Sabdo/ mauidhoh hasanah
Doa-Penutup
Keparengo panoto adicoro ndereaken lekasing pawiwahan puniko
kanti pambuko surotul fatihah, Liridloillah--------
Mekaten adicoro sampun binuko mugio lampahing adicoro awit
purno dalah wusono pinaringan rahayu tebih ing sambikolo.
Kalajengaken adicoro ingkang dumawah ongko kalih,
lumantuning waosan ayat-ayat suci al-Qur’an ingkang bade kaseliraaken dening
.... wekdal soho panggenan kaaturaken.
(pembacaan ayat al Quran)
Kanti ayat-ayat ingkang sampun kawahos mugi-mugi dadosno
manfaat kususipun dumateng ingkang maos,ugi dumateng temanten kekalih,
sumrambahipun dumateng kulo lan panjenengan sami.
Ndungkap adicoro ingkang ongko tigo nuninggih atur pambagyo
pinongko pasrah temanten ... ,dumateng duto saroro pangombyong ingkang sampun
kajibah kasumanggaaken.
Dumateng panjenengan ipoun kaaturaken agunging panuwun
(Pasrah Manten)
Poro pilenggah kakung sumawono putri, sak lajeng ipun
penampi atur pasrah ngiras-ngirus atur pambagyo ingkang amengku gati -Shohibul
Bait-, awit saking bombong miwah mongkok ipun manah panjengan ipun Bapak ....
bade matur, amung kandek wonten sak lebetipun penggalih. Ingkang puniko sesulih
saliro dumateng panjengan ipun Bapak.....kaaturaken.
(shohibul Bait)
Paripurnaning pasrah penampining putro tmanten dumugi
saatipun adicoro ingkang kaping selkawan inggih puniko istirahat. Pinongko
corongipun shohibul bait poro rawuh kaaturaken sekeco anggenipun lenggah
sinambi poro kadang punggowo ngatiri pasugatanlan amung ngaturakensugeng
angerahapi kanti sekeco lan saestu.
Poro rawuh ingkang tansah minulyomboten ateges kawulo
nggempil kamardikan panjenengan kanti tatas tetes lan titis wekdal istirahat
kacepak semanten. Candak adicoro selajengipun inggih puniko Mau’idhoh hasanah
soho doanipun.Ananging sak derengipun Maidhoh soho doanipun kawedar kawulo
minangkani pambiworo adicoro anggenipun andereakenlampoahing roncening adicoro wiwit
awl dumugi akhir katah kekirangan boso tuwin subositi kawulo namung tumadah
lumebering sih samudra pangaksami.Akhirul kalam Wassaalamu alaikum Wr. Wb.
Langganan:
Postingan (Atom)



